2. Parasamya Purnakarya Nugraha

Parasamya Purnakarya Nugraha merupakan penghargaan bagi provinsi atau kabupaten/ kota atas keberhasilan pembangunan. Jawa Timur, ibu kota Surabaya sudah tiga kali mendapat penghargaan tersebut, yakni pada 1974, 2014, dan 2017. Parasamya Purnakarya Nugraha yang berhasil diraih Provinsi Jawa Timur lantas diwujudkan dengan pendirian patung yang sekaligus jadi simbol titik 0 km Surabaya.
Di mana bisa menemukan patung Parasamya Purnakarya Nugraha? Kalau kalian melintas di depan Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan, Anda bisa melihat patung tersebut. Patung Parasamya Purnakarya Nugraha diresmikan pada 2018 oleh Gubernur Jawa Timur saat itu, Soekarwo atau akrap disapa Pakde Karwo.
Kalau dilihat sekilas, patung Parasamya Purnakarya Nugraha yang berwarna emas itu berwujud wanita penari. Patung tersebut memang berwujud penari Remo, penari Gandrung, seniman Reog, dan pemain karapan sapi. Itu semua adalah kesenian khas Jawa Timur. Siapa, sih, perancang patung Parasamya Purnakarya Nugraha? Lagi-lagi, the one and only I Nyoman Nuarta. Ia “hanya” butuh waktu 2 bulan untuk menyelesaikan patung yang megah itu. Hebat, ya?
3. Bambu Runcing

Bambu runcing punya jasa besar bagi perjuangan arek-arek Suroboyo. Penjajah menyerang dengan tembakan, arek-arek Suroboyo membalas dengan tusukan bambu runcing. Kalau dulu bambu runcing jadi senjata, kini bambu runcing jadi monumen di Jalan Panglima Sudirman. Di sana, berdiri lima bambu besar dengan tinggi yang berbeda-beda. Tentu, monumen tersebut bukan terbuat dari bambu, melainkan dari beton. Bentuknya saja yang menyerupai bambu. Sesekali, kamu bisa melihat air mancur dari kelima bambu tersebut.