Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengulik Kisah Hantu Merah UI dari Skripsi Ilmiah Mahasiswa Antropologi

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Kamis, 05 September 2019 |19:56 WIB
Mengulik Kisah Hantu Merah UI dari Skripsi Ilmiah Mahasiswa Antropologi
Skripsi tentang Hantu Merah oleh Iskandarsyah (Foto: M. Sukardi/Okezone)
A
A
A

Secara mendadak, publik dibuat terkejut dengan kemunculan isu Hantu Merah di Universitas Indonesia. Kisah Hantu Merah ini kembali mencuat setelah skripsi Iskandarsyah viral di media sosial.

Skripsi berjudul "Hantu Merah: Melihat Konstruksi Budaya dan Telaah Fungsi dalam Memaknai Cerita Legenda Alam Gaib Kampus UI" ini menjadi pembahasan hangat sampai sekarang. Publik penasaran, seperti apa isi skripsi tersebut. Kemudian, apakah Iskandarsyah mewawancarai si hantu demi kelengkapan informasi penelitiannya.

Menjawab itu semua, Okezone berjumpa langsung dengan Iskandarsyah di kantornya di bilangan Jakarta Selatan. Pria yang biasa disapa Syah itu pun angkat bicara mengenai skripsinya yang viral tersebut.

 Kertas

Lantas, apa sesungguhnya isi skripsi bertema Hantu Merah tersebut?

Pada Okezone, Syah menjelaskan kalau latar belakang skripsinya itu ialah memaknai kisah Hantu Merah. Ingat, bukan mengenai Hantu Merahnya.

Syah membenarkan kalau di Universitas Indonesia (UI) itu banyak kisah mistis yang beredar, salah satunya Hantu Merah ini. Kisah yang berkembang pun bervariasi, mulai dari lokasi keberadaan hingga wujud si hantu.

Bicara mengenai lokasi, Hantu Merah ini menurut banyak sumber berada di gedung A, tapi beberapa lainnya bilang di gedung B. Tak sedikit juga yang bilang Hantu Merah ada di toiletnya.

 Pria duduk di kursi

"Karena banyak variasinya, kok hantunya satu, tapi tempatnya beda-beda, hal ini yang membuat saya tertarik untuk menguliti kisahnya," kata Syah Kamis pagi, (5/9/2019).

Terkait dengan wujud, Hantu Merah UI ini pun banyak jenisnya. Ada yang bilang kalau dia cewek tua, perempuan Belanda, ada yang bilang juga hantu dengan pakaian warna merah, bahkan ada yang bilang hantu yang sekujur tubuhnya berdarah.

Jadi, merahnya ini berkonotasi ke mana, ke bajunya atau ke darahnya. Background kematian hantu ini pun bermacam-macam kisahnya. Ada yang bilang di bunuh, ada yang bilang diperkosa terus dibunuh, ada yang bilang si perempuan ini tertabrak, macam-macam 'katanya'.

Akhirnya Syah mengajukan tema skripsi ini kepada dosen yang dia anggap dekat dan dosen pembimbing skripsinya. Secara tidak diduga, pihak kampus pun setuju untuk mengangkat tema Hantu Merah tersebut.

Setelah mendapat persetujuan, Syah kemudian membuat kerangka berpikir. "Di awal sederhana sekali, saya cuma ingin tahu kenapa orang-orang memaknai kisah Hantu Merah ini berbeda-beda," katanya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement