Mawar berangkat dengan 7 orang temannya yang menyewa angkot karena lokasi KKN memang cukup jauh dari rumah tempat kelompok Mawar tinggal. Karena medan lokasi dusun tidak dapat dijangkau oleh angkot, maka mereka harus berjalan kaki untuk sampai ke acara tersebut.
"Awalnya pas kami turun dari angkot abang-abangnya udah bilang 'hati-hati Neng, banyak kejadian ganjil di sini', ternyata pas baru aja kami menempuh beberapa meter perjalanan, terdengar suara kuntilanak cekikikan, kami pun langsung berpegangan satu sama lain. Karena medan sangat terjal jadi nggak mungkin banget kami lari, bisa celaka nanti," kata Mawar.
Di desa tersebut memang tidak ada orang yang beraktivitas di luar rumah pada malam hari. Ketika Maghrib tiba, memang sudah tidak aktivitas di luar rumah lagi.
"Bukan cuma karena hal-hal yang berbau mistis, tapi memang prasarana di sana memang minim, penerangan jalan umum pun kurang memadai, jadi kata warga di sana kalau sudah Maghrib jangan pergi ke luar rumah," jelas Mawar.
KKN memang mengajarkan banyak hal, bagaimana cara kita berbaur dengan masyarakat baru, bagaimana mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmunya di dunia yang lebih luas, dan juga mengatasi kemanjaan warga kota yang kehidupannya serba mudah karena fasilitas yang tersedia.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.