Bagi beberapa orang vape merupakan salah satu cara terbaik untuk menghilangkan kebiasaan merokok. Namun, nyatanya teori tersebut salah dan tidak benar adanya.
Seorang remaja mengalami kondisi paru-paru langka hingga mengalami koma karena kebiasaannya mengisap alat vape.
Remaja malang tersebut bernama Maddie Nelson yang kini berusia 18 tahun. Ia dilarikan ke ruang Gawat Darurat (UGD) setelah menderita sakit punggung dan mual. Ia pun berjuang untuk bernapas dan dokter tidak memiliki pilihan lain selain memberikannya ventilator yang diinduksi secara medis untuk pasien koma.

Beruntung nasib remaja asal Utah tersebut masih bisa diselamatkan. Tiga hari kemudian tepatnya pada 3 Agustus 2019, ia berhasil terbangun dari koma dan didiagnosis mengalami pneumonia eosinofilik akut. Ini merupakan penyakit yang ditandai dengan penumpukan sel darah putih di paru-paru.
Penyebab penyakit ini bisa disebabkan oleh beberapa hal di antaranya adalah obat-obatan dan zat beracun tertentu yang masuk ke dalam tubuh. Begitu Maddie terbangun dari koma, ia pun akhirnya diberi steroid untuk mengurangi peradangan pada paru-parunya. Ia pun hidup masih mengandalkan oksigen pada malam hari.
Sebagaimana dilansir VT, Senin (2/9/2019), penyakit mengerikan ini dialami Maddie setelah tiga tahun melakukan vaping. Pada awalnya remaja ini mengisap vape dengan menguapkan cairan nol-nikotin sebelum beralih menuju 3mg nikotin.