Hal pertama yang mesti dilakukan adalah tetap tenang dan usahakan korban untuk langsung berbaring dan tetap diam, jangan histeris. Kita semua paham, setelah digigit pasti akan ada pikiran meninggal mendadak atau kondisi lainnya, tapi usahakan jangan munculkan pikiran semacam itu.
Pikiran positif itu bisa muncul dengan fakta ini, bisa ular ini sejujurnya relatif lambat merusak tubuh, tetapi memang akan menjadi semakin parah jika tidak langsung ditangani. Perawatan medis modern sangat diperlukan segera.
Hal yang mesti diperhatikan adalah bekas gigitan ular Welang jangan dirusak oleh apa pun, termasuk mengisapnya keluar dengan mulut. Upaya membersihkan bisa pun tidak diperkenankan, apalagi dicuci dengan air, karena dapat menggangu pendeteksian racun di saat tim medis memeriksa.
Lalu, jika gigitan terdapat di bagian lengan, usahakan untuk melepas semua aksesori yang ada di lengan, seperti cincin, jam tangan, gelang, atau apa pun yang ada di lengan. Ini harus dilakukan karena dapat bertindak sebagai tourniquets jika edema berkembang.

Ini menjadi penting, ketika korban mengaku alami sulit bernapas atau jantungnya berdebar sangat kencang, maka harus segera dibawa ke rumah sakit. Jangan ragu untuk meminta dan memaksa karena akan menyebabkan kematian jika tidak disegerakan.
Selain tidak boleh menyedot bisa dengan mulut, bekas gigitan juga jangan diberikan alkohol. Sebab, itu tidak akan mengatasi masalah sama sekali. Jadi, upayakan untuk sesegera mungkin di bawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Ingat, jangan panik!
Ular Welang yang menjadi penyebab tewasnya satpam di Gading Serpong, Tangerang, perlu diwaspadai sekali. Sebab, ular ini memang memiliki racun yang mematikan. Tapi, dengan penanganan yang tepat, korban gigitan ular Welang sebetulnya bisa diselamatkan.
Lantas, apa ciri-ciri utama ular Welang dan kenapa ular ini begitu mematikan?