KABAR mengejutkan datang dari wilayah Gading Serpong, Tangerang. Seorang sekuriti tewas akibat bisa ular Welang. Korban tak bisa diselamatkan karena bisa sudah menjalar ke seluruh tubuh.
Sekuriti yang diketahui bernama Iskandar itu awalnya coba mengevakuasi ular Welang dari salah satu rumah yang ada di Cluster Michelia Gading Serpong, Tangerang. Karena tak ada alat yang memungkinkan, Iskandar diketahui hanya menggunakan sapu lidi untuk menangkap ular.
Sayang sungguh disayang, tangannya kemudian dipatok ular dan bisa langsung merasuk tubuhnya. Menurut laporan polisi, Iskandar sebetulnya sudah menyedot bisa ular tersebut dengan mulutnya sendiri, tapi penanganan tersebut tak berhasil.
Terlebih, waktu penanganan medis yang lambat pun menjadi kendala lain. Ya, setelah kejadian gigitan dan tubuh Iskandar mulai 'ambruk', ia dibawa ke salah satu rumah sakit terdekat.

Namun, rumah sakit itu tak memiliki obat anti-racun ular. Alhasil, Iskandar di bawa ke rumah sakit lain dan barulah ditangani. Tubuhnya terlanjur kejang-kejang dan napasnya sesak. Tak lama setekah itu, Iskandar tewas. Dia meninggal dunia masih dengan pakaian satpam di tubuhnya.
Berkaca dari kasus ini, bagaimana penanganan pertama yang bisa dilakukan setelah Anda digigit ular Welang? Apakah mengisapnya ulang dengan mulut adalah cara yang tepat?
Dikutip Okezone dari Toxinology, setelah Anda digigit ular Welang atau yang dalam bahasa ilmiah disebut dengan Bungarus Fasciatus, tubuh akan mengalami kelumpuhan, kerusakan otak, pendarahan, hingga meninggal dunia seperti yang dialami Iskandar.
Nah, bagaimana penanganan yang tepat setelah digigit ular Welang?