Juru Bicara Kebun Binatang, Maximilian Jager mengatakan bahwa kedua penguin itu (Skipper dan Ping) adalah orangtua yang patut dicontoh. Mereka bergiliran menjaga telur agar tetap hangat dengan menukarkannya di antara kaki mereka dan meringkuk di bawah kantong telur yang dirancang khusus.
Di alam liar kantong ini sangat penting dalam mengisolasi embrio dari musim dingin Antartika yang keras. Tetapi di Berlin, kantung telur ini berfungsi sebagai lubang sempit yang nyaman.
Meskipun, saat ini kisah Skipper dan Ping tengah viral diperbincangkan. Namun Jager tidak mengetahui dengan pasti apakah telur tersebut terbuahi.
Artinya, jika telur tersebut tidak terbuahi dengan baik, maka usaha penguin homo tersebut akan sia-sia. Pihak kebun binatang sendiri akan menunggu hingga 4 September 2019 dan berharap mendapat kabar baik.
(Martin Bagya Kertiyasa)