Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Teh Ana Sebut Goa Belanda Lebih Seram dari Goa Jepang, Ini Alasannya

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Kamis, 15 Agustus 2019 |14:29 WIB
Teh Ana Sebut Goa Belanda Lebih Seram dari Goa Jepang, Ini Alasannya
Goa Belanda (Foto: inayatul_latifah/Instagram)
A
A
A

Misteri keangkeran Goa Belanda dan Goa Jepang di Bandung memang bukan sekadar isapan jempol belaka. Kekejaman para penjajah di masa lalu masih meninggalkan luka mendalam yang bisa dirasakan hingga saat ini.

Sebagaimana diketahui, Goa Belanda ini berjarak sekira 1 kilometer dari pintu gerbang Taman Hutan Raya Ir.H. Djuanda. Goa ini pertama kali didirikan pada 1912 oleh kolonial Belanda. Terowongan ini memiliki panjang 144 meter dengan lebar 1,8 meter dan memiliki jaringan goa sebanyak 15 lorong.

Tak hanya orang yang memiliki indra keenam, orang awam pun pasti akan merasakan hal yang aneh pada saat memasuki dua tempat penuh sejarah ini.

Pasalnya, manifestasi energi masa lalu masih begitu kental dan seakan mengajak para pengunjung di tempat ini untuk merasakan kejadian di masa lalu.

Hal ini pun dibenarkan oleh praktisi supranatural, Ana Cikey. Wanita yang kerap disapa Teh Ana tersebut mengaku telah dua kali melakukan penelusuran di Goa Jepang dan Goa Belanda ini. Terbaru ketika ia melakukan penelusuran bersama tim iNewsTV dalam sebuah program televisi.

Teh Ana mengaku bahwa kompleks Taman Hutan Raya di Bandung ini memiliki dua buah goa yang sangat anker yakni Goa Belanda dan Goa Jepang.

Namun, karena beberapa alasan ia merasa bahwa kesan angker dan menyeramkan lebih terasa pada Goa Belanda.

“Kalau dilihat lokasi Goa Belanda sudah direnovasi, lantainya sudah disemen berbeda dengan Goa Jepang yang masih alami. Tapi saya merasa lebih seram di Goa Belanda karena ada penjaranya dan jalannya pun lebih luas, sehingga menimbulkan kesan ketir,” tutur Teh Ana saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Teh Ana menjelaskan bahwa bagi orang awam pasti akan lebih mengerikan ketika masuk ke dalam Goa Jepang.

Pasalnya lantai goa masih berupa tanah yang agak becek dan lembap. Selain itu ukuran ruangannya juga lebih sempit dan masih ori sama seperti zaman penjajahan.

“Secara kasat mata memang orang akan lebih takut di Goa Jepang dengan bangunannya yang masih alami. Namun, bagi orang yang peka, pasti akan merasa lebih menyeramkan Goa Belanda. ‘Mengapa?’ karena di dalam Goa Belanda lebih banyak pertumpahan darah di mana rakyat Indonesia disiksa dan dibantai,” tuntasnya.

(Utami Evi Riyani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement