Mencoba menenangkan suasana ricuh akibat adanya bau kentut tersebut, Edwin Kakach selaku pembicara, diketahui lebih lanjut kemudian mencoba untuk meredakan situasi.
Edwin mencoba menyarankan agar gelaran parlemen mengambil waktu istirahat terlebih dahulu, sembari disemprotkannya penyegar udara di dalam ruangan parlemen.
“Segera ambil dan semprotkan penyegar ruangan, rasa apapun yang bisa ditemukan di kantor. Entah itu rasa vanila atau rasa stroberi. Kita tidak bisa terus-terusan duduk di lingkungan yang baunya tidak enak,” bunyi instruksi Edwin.
Untungnya, insiden bau kentut ini tidak berlangsung lama karena bau yang menyengat tersebut cepat hilang dan parlemen dapat kembali melanjutkan debat. Waduh ada-ada saja ya!
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.