Angelica Kenova, si Barbie Hidup ini mungkin satu dari banyak anak yang terlalu dikekang orangtuanya. Saking tak bisa hidup normal layaknya anak-anak biasa, dia kehilangan masa muda dan itu bukan masalah untuk perempuan yang kini berusia 26 tahun. Angelica bahkan sulit menemukan jodohnya.
Sosok yang satu ini kembali mencuat di media sosial setelah pengakuannya yang kontroversial terkait dengan usaha orangtuanya menjadikan dia sebagai "Barbie Hidup" yang sangat sempurna. Keinginan orangtuanya itu tak bisa dia tolak hingga kini, Angelica selalu diatur ibunya dalam memilih tindakan.

Misalnya saja cara berpenampilan, pekerjaan, hingga urusan jodoh. Semua ibunya yang atur dan Angelica hanya bisa nurut. Lantas, bagaimana hidup Barbie ini? Apakah dia bahagia?
Dilansir Okezone dari Little Things, Jumat (19/7/2019), Angelica mengaku kalau dirinya tumbuh dewasa di bawah kehendak orangtuanya. Dia tidak diberikan ruang menentukan sikapnya sendiri dan dia tidak merasa itu salah. Sebab, anggapannya ialah ketika dia menolak keinginan ibunya, itu akan merusak seluruh capaian yang sudah dia dapatkan sekarang.

"Tumbuh dewasa, orangtua saya membesarkan saya seperti seorang putri dan tidak pernah membiarkan saya pergi berkencan dengan anak laki-laki atau memiliki pengalaman dewasa yang biasa. Akibatnya, saya tidak cocok untuk kehidupan nyata, saya seperti boneka yang hidup," kata Angelica.
Sejak masih kecil, orangtuanya menyebut dia Barbie. Hal ini terus melekat di pikirannya dan Angelica pun tumbuh besar sebagai perempuan cantik layaknya Barbie. Keinginan ini adalah harapan orangtuanya.

Jadi, sejak kecil Angelica tidak diperbolehkan menentukan sikap, sekalipun itu urusan foto Barbie mana lagi yang akan dibentuk di tubuh Angelica. Itu semua adalah kehendak ibunya dan Angelica hanya bisa pasrah menerima.
"Jadi, kisah ini bermula saat ibu saya membelikan boneka Barbie di usia saya yang ke-6 tahun. Sejak saat itu, ibu saya sangat terobsesi dengan Barbie dan menjadikan tubuh saya medium percobaannya," terang Angelica.