Menyukai lawan jenis merupakan hal yang lumrah dan bisa terjadi kepada siapa saja. Meski demikian, Anda harus berjuang agar bisa memperoleh perhatian dan meluluhkan hati si dia. Namun tidak semua tujuan itu bisa dicapai dengan mudah, akhirnya banyak juga yang memilih jalur instan melalui pelet.
Ya, pelet kerap menjadi senjata ampuh untuk memecahkan masalah tersebut. Cukup menyiapkan sejumlah mahar berupa uang tunai dan pergi menuju dukun atau paranormal, maka sang gebetan bisa bertekuk lutut di hadapan Anda.
Hal ini dibenarkan oleh Ahli Metafisika, Furi Harun. Menurutnya dalam dunia supranatural hal ini memang sudah ada sejak dahulu. Hal ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang ingin menaklukkan pasangannya secara instan.

Dalam kesempatan ini Furi Harun mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap ilmu pelet. Ia menjelaskan beberapa ciri yang mengindikasikan seseorang yang terkena pelet.
“Ciri-ciri orang yang terkena pelet adalah tatapan matanya kosong, tidak mau mendengarkan masukan dari orang lain, selaku teringat dengan si dia, malas beribadah, tidak semangat bekerja bahkan mereka menjadi malas dalam melakukan aktivitas sehari-hari,” tutur Furi Harun, saat dihubungi Okezone, Kamis (18/7/2019).
Furi pun menambahkan bahwa ilmu pelet ini akan berpengaruh pada fisik seseorang. Pasalnya, setengah pikiran orang yang terkena pelet menjadi tidak normal yang akan memengaruhi rezeki dalam kehidupan mereka.
Lebih lanjut Furi pun menyarankan agar seseorang berkonsultasi kepada ahli apabila sudah menemui sikap yang menunjukkan ciri-ciri pelet. Setelah merasuki pikiran korbannya, pelet juga bisa masuk ke dalam aliran darah dan menciptakan kondisi yang lebih buruk.
“Kalau pelet udah parah dia akan masuk ke dalam aliran darah. Lebih baik dibawa ke orang yang paham tentang pelet atau orang dengan pengetahuan agama yang kuat. Sang korban pun harus mendapatkan support dan wajib mendekatkan diri kepada Tuhan,” lanjutnya.
Dalam kasus pelet, Furi mengatakan bahwa tingkat penyembuhan semuanya tergantung dari korban itu sendiri. Semakin sang korban berikhtiar dan mendekatkan diri kepada sang pencipta dengan cara beribadah, maka frekuensi peletnya juga akan berkurang.
Korban pelet pun harus konsultasi, jika pelet sudah parah maka akan masuk ke dalam aliran darah. Mereka pun bisa diobati oleh orang yang mengerti pelet dan agama. Harus di-support untuk rajin ibadah supaya frekuensi pelet berkurang. Semua tergantung dari orang itu sendiri.
“Biasanya orang yang terkena pelet akan disembuhkan dengan air doa. Mengapa medianya air? Karena air itu memiliki energi untuk menghantarkan sesuatu. Oleh sebab itu setiap mau makan atau minum, sebaiknya baca doa dulu agar tidak kena pelet,” tuntasnya.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.