Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Demi Pariwisata, Arief Yahya Harap ASDP Kembangkan Pelabuhan Eksekutif Merak-Bakauheni

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Minggu, 07 Juli 2019 |05:00 WIB
Demi Pariwisata, Arief Yahya Harap ASDP Kembangkan Pelabuhan Eksekutif Merak-Bakauheni
Arief Yahya harap ASDP kembangkan Pelabuhan Merak-Bakauheni (Foto: Dimas/Okezone)
A
A
A

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku puas melihat tampilan Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak-Bakauheni saat melakukan kunjungan kerja, belum lama ini.

Pria asal Banyuwangi itu mengatakan bahwa tampilan kedua pelabuhan tersebut sudah menyerupai bandara penerbangan, berkat desain dan fasilitasnya yang sudah memumpuni. "Ini benar-benar surprise. Sebenarnya saya ke sini dalam rangka recovery Selat Sunda," kata Menpar Arief Yahya di Terminal Eksekutif Merak Sosoro.

Kendati demikian, Arief Yahya mengatakan masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi PT ASDP Indonesia Ferry. Terlebih setelah ia mendengar terjadinya penurunan okupansi pasca mudik Lebaran, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan bahwa okupansi Pelabuhan Merak-Bakauheni pada musim Lebaran kemarin mencapai 100%. Namun sayangnya, pada hari-hari normal jumlah okupansi rata-rata hanya menyentuh angka 70% saja. Padahal, Lampung dan Banten sudah pulih sepenuhnya pasca bencana tsunami yang melanda dua daerah tersebut.

menpar kece

Oleh karena itu, ia meminta ASDP untuk terus mengembangkan Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak-Bakauheni, sehingga ke depannya kawasan ini bisa menjadi pilihan destinasi wisata baru bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.

"Banyak yang bisa dikerjakan oleh ASDP. Saya mendukung penuh rencana pengembangan di sini sebagai kawasan pariwisata," tegas Arief Yahya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pendapatan paling besar di pelabuhan secara alami datang dari penumpang dan logistik. Tapi sayangnya belum ada fokus untuk mengembangkan pariwisata di daerah tersebut.

Melihat fakta itu, Arief meminta agar pihak ASDP membuat atraksi serta fasiltas baru seperti Live on Board (LOB) atau Floating Hotel yang sudah banyak dikembangkan di sejumlah daerah, termasuk Labuan Bajo.

"Saya pernah diskusi dengan teman-teman di BUMN, bahwa floating hotel lebih menguntungkan dibandingkan landed hotel," ungkap Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya di kapal

Ia pun percaya ASDP punya potensi kuat untuk memiliki floating hotel. ASDP bisa membeli atau menyewa kapal baru, serta bekerjasama dengan pihak lain untuk membuat temporary floating khsususnya Banten, Lampung, dan Mandalika.

Sekadar informasi, kawasan Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sudah dipastikan jadi venue perhelatan kompetisi bergengsi MotoGP. Bila nanti kompetisi ini sudah berlangsung, maka jumlah hotel di tempat tersebut dirasa akan sangat kurang.

"Poin untama saya mohon masukkan portofolio pariwisata," kata Arief Yahya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement