Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hati-Hati, Mata Belo Bisa Jadi Tanda Kamu Kena Tumor!

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Selasa, 02 Juli 2019 |21:31 WIB
 Hati-Hati, Mata <i>Belo</i> Bisa Jadi Tanda Kamu Kena Tumor!
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

PERNAH melihat orang mata belo atau mata menonjol? Mungkin Anda menganggap hal tersebut wajar. Padahal, mata menonjol atau proptosis bisa jadi adalah penyakit.

Mata mendadak belok bukanlah hal yang mudah untuk disadari. Apalagi, jika penonjolan terjadi bersamaan pada kedua bola mata secara perlahan. Padahal, gejala menonjolnya bola mata keluar bisa jadi menandakan adanya kondisi kesehatan pada tubuh Anda.

Lantas, kondisi kesehatan apa saja yang membuat seseorang memiliki mata yang menonjol (proptosis)?

Mata yang terlihat seperti sedang melotot atau raut wajah yang terlihat seperti sedang marah merupakan keluhan yang sering terdengar pada orang yang memiliki kondisi mata menonjol atau proptosis mata.

Kehilangan penglihatan bisa menjadi salah satu risiko yang perlu Anda waspadai.

Namun, perubahan raut wajah sebenarnya hanyalah sebagian kecil dari masalah yang ada. Sebab, penonjolan bola mata ini bisa jadi justru membawa kondisi kesehatan yang lebih serius daripada sekadar masalah ekspresi wajah. Kehilangan penglihatan bisa menjadi salah satu risiko yang perlu Anda waspadai.

Untuk mengetahui cara penanganan yang tepat, Anda harus terlebih dahulu mengetahui penyebabnya. Berikut adalah 4 penyebab yang harus diwaspadai.


1. Penyakit Graves

Penyebab mata Anda menonjol bisa jadi disebabkan oleh penyakit Graves. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang kelenjar tiroid akibat sistem imun tubuh berbalik menyerang dirinya sendiri.

Proptosis mata akibat adanya gangguan pada hormon tiroid disebut juga exophthalmos/eksoftalmus.

Selain menyerang kelenjar tiroid, sistem imun juga menyerang daerah lemak dan otot di belakang bola mata. Akibatnya, terjadi pembesaran pada kedua jaringan tersebut dan membuat mata menonjol keluar.

 biasanya pengobatan dilakukan berdasarkan tingkat keparahan penyakit.

Umumnya, kedua bola mata menonjol secara bersamaan disertai dengan tanda-tanda lainnya, seperti mata merah, kesulitan untuk menutup kelopak mata secara sempurna, penglihatan ganda dan pada beberapa kasus mengakibatkan penurunan penglihatan.

Untuk mengatasi exophthalmos akibat penyakit Graves, biasanya pengobatan dilakukan berdasarkan tingkat keparahan penyakit.

Pengobatan biasanya dimulai dari yang paling ringan, yaitu dengan pemberian air mata buatan hingga tindakan operasi untuk mengurangi tekanan lemak dan otot pada saraf bola mata.

2. Tumor ganas atau jinak

Terdapat berbagai jenis tumor yang dapat menyebabkan bola mata menonjol. Penonjolan umumnya terjadi pada salah satu mata secara perlahan. Beberapa jenis tumor tersebut antara lain:

Hemangioma. Tumor jinak yang terbentuk dari jaringan pembuluh darah. Pemeriksaan tambahan seperti USG atau CT-Scan diperlukan untuk memastikan ukuran tumor.

Leukemia akut tipe mieloid. Kanker darah yang dapat menyebabkan terjadinya penonjolan pada salah satu atau kedua bola mata karena adanya sel kanker, perdarahan di belakang bola mata, atau hambatan aliran darah vena. Penanganan dilakukan dengan mengatasi leukemia melalui tindakan kemoterapi.

Retinoblastoma. Kanker mata yang sering ditemukan pada anak-anak dengan gejala awal berupa warna putih pada daerah hitam mata (pupil). Proptosis bola mata merupakan tanda yang muncul belakangan dan umumnya memiliki angka kesembuhan yang lebih rendah.

Proptosis bola mata merupakan tanda yang muncul belakangan dan umumnya memiliki angka kesembuhan yang lebih rendah.

3. Selulitis orbita

Selulitis orbita adalah peradangan yang terjadi pada bola mata dan organ-organ di sekitar mata. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh infeksi bakteri.

Selain mata yang menonjol, gejala lainnya biasanya berupa kemerahan pada kelopak mata, gangguan penglihatan yang cukup drastis, dan rasa nyeri hebat.

Penanganan harus dilakukan secepatnya menggunakan suntikan antibiotik untuk mencegah gangguan penglihatan yang permanen dan kemungkinan kematian.

4. Benturan pada mata

Pukulan atau hantaman benda tumpul pada daerah mata dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan pada otot-otot bola mata, perdarahan di belakang bola mata, atau patahnya tulang-tulang penyangga bola mata. Hal ini akan menyebabkan bola mata menonjol.

Untuk mengetahui penyebab pastinya, Anda tentu harus berkonsultasi dengan dokter mata. Tak perlu menunggu sampai parah atau bahkan muncul proptosis mata, pemeriksaan secara rutin juga dapat membuat Anda dapat mengantisipasi kemungkinan yang bisa saja terjadi.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement