Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dikirimi Foto Alat Kelamin dari Orang Asing, Tindakan Ini yang Paling Tepat

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Kamis, 27 Juni 2019 |14:32 WIB
Dikirimi Foto Alat Kelamin dari Orang Asing, Tindakan Ini yang Paling Tepat
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

PELECEHAN seksual tidak hanya terjadi secara fisik maupun verbal. Kini, pelecehan seksual bahkan terjadi lewat digital, seperti mengirim foto alat kelamin yang menimbulkan rasa tidak nyaman.

Lantas, apa yang harus dilakukan jika Anda mendapat kiriman foto alat kelamin dari orang tak dikenal? Mengirimkan foto alat kelamin ke orang lain atau cyber-flashing memang terdengar seperti perilaku yang tidak lazim. Akan tetapi, ternyata ada banyak orang yang gemar melakukan hal ini kepada orang lain, sekalipun tidak saling mengenal.

Pria dan wanita sama-sama dapat melakukan cyber-flashing, tapi pria lebih sering menjadi pelakunya. Belum ada penelitian yang secara khusus menjelaskan fenomena ini.

pria lebih sering menjadi pelakunya. Belum ada penelitian yang secara khusus menjelaskan fenomena ini.

Namun, ada beberapa asumsi yang dikemukakan para ahli, di antaranya pria lebih bisa menerima saat orang asing mengirimkan gambar bernuansa pornografi dan mereka berpikiran bahwa wanita merasakan hal sama. Padahal, wanita justru merasa tidak nyaman dan takut saat dikirimi foto alat kelamin oleh orang tak dikenal.

Orang-orang, terutama pria, lebih bisa menunjukkan perilaku seksual saat identitasnya tidak diketahui. Pria tanpa penyimpangan seksual sekalipun, dapat menunjukkan perilaku eksibisionisme, yakni merasakan kepuasan seksual saat orang lain melihat alat kelaminnya.

Secara alami, pria lebih mampu menunjukkan perilaku seksual dengan gamblang untuk mendapatkan perhatian lawan jenis. Respons negatif bahkan dinilai lebih baik dibandingkan tidak ada respons sama sekali.

Sering pamer alat kelamin, ini penyebabnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement