Wawan menyakini pengembangan desa wisata menjadi stimulus positif pertimbuhan perekonomi pedesaan. Dengan itu akan ada peningkatan percepatan kesejahteraan masyarakat desa. Apalagi pariwisata merupakan cara cepat meraup devisa, maka dari itu pariwisata pun menjadi cara cepat membangun perekonomian desa.
“Artinya multi player efeknya banyak. Di seluruh negara di dunia, devisa sektor riil akan tumbuh ketika sektor pariwisata tumbuh. Itu sudah terbukti, di desa pun jelas ini dapat diterapkan,” terangnya.
Lalu Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pengembangan Desa Wisata akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Contoh konkretnya ada di Banyuwangi yang saat ini telah menjelma menjadi kekuatan baru pariwisata Indonesia. Hal tersebut diraih dengan wisata berbasis desa yang sekaligus menjadi alat pemerataan pembangunan.
Dengan konsep tersebut, masyarakat desa didorong sebagai pelaku dan bukan sebagai penonton semata. Banyak desa wisata di Banyuwangi yang berbasis adat, lahir dan muncul dari inisiatif masyarakat.
"Jadilah desa wisata yang spektakuler. Desa wisata yang mampu mendatangkan ribuan orang, menggerakkan ekonomi rakyat secara langsung. Jatim terus bergerak memaksimalkan desa wisatanya. Seperti Desa Kedungmalang dengan Wisata Crop Circle, ini sangat luar biasa," papar Arief Yahya.
(Abu Sahma Pane)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.