Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ibu Hamil Bolehkah Pakai Produk Kecantikan Mengandung Belerang?

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Jum'at, 31 Mei 2019 |13:32 WIB
Ibu Hamil Bolehkah Pakai Produk Kecantikan Mengandung Belerang?
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Hanya saja, perlu diperhatikan. Terlalu banyak menghirup atau mendapat paparan belerang tentu bisa menimbulkan sejumlah masalah kesehatan, tak terkecuali bagi ibu hamil. Menghirup belerang terlalu banyak dapat menyebabkan Anda mengalami iritasi pada saluran pernapasan, kulit, mata, batuk, hingga diare.

Bahkan ketika terbakar, belerang bisa berubah bentuk menjadi gas sulfur dioksida. Jika manusia khususnya ibu hamil menghirup zat tersebut, bisa mengakibatkan batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, dan iritasi mata.

Di samping keamanan ibu hamil ketika menghirup bau belerang, penggunaan produk belerang juga kerap menjadi pertanyaan besar. Belerang saat ini banyak ditemukan di dalam berbagai produk kecantikan. Salah satu yang cukup terkenal yakni obat jerawat dengan kandungan belerang, misalnya obat sulfur topical.

Produk tersebut merupakan satu dari sekian banyak macam obat jerawat yang mengandung belerang. Sulfur topical adalah obat luar berbentuk lotion, yang digunakan dengan cara dioleskan langsung pada bagian kulit yang berjerawat.

FDA merupakan badan khusus yang menangani obat dan makanan setara dengan BPOM di Indonesia.

Namun menurut Drugs, penggunana obat sulfur topikal untuk ibu hamil belum secara resmi diizinkan oleh Foods and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat. FDA merupakan badan khusus yang menangani obat dan makanan setara dengan BPOM di Indonesia.

Meski begitu, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh International Journal of Women’s Dermantology, mengungkapkan hasil yang sebaliknya. Pada ibu hamil di usia kehamilan 28 minggu dengan kondisi jerawat cukup parah, diberikan obat metronidazol oral (minum) sebanyak 250 miligram (mg).

Selain obat tersebut, lotion topikal sulfur atau belerang juga turut diberikan sebagai pengobatan tambahan. Menariknya, memasuki usia kehamilan ke-34 minggu, kondisi jerawat pada ibu hamil tersebut terlihat membaik.

Hal tersebut tampak dari jumlah jerawat yang semakin berkurang, disertai dengan ukuran peradangan jerawat yang semakin kecil.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement