“Djangga Dolok akan cepat tumbuh menjadi destinasi wisata. Gebrakan yang mereka lakukan luar biasa dengan menggelar festival besar. Selain kreativitas, masyarakatnya juga memiliki inisiatif tinggi. Dengan daya tariknya, festival tersebut akan mampu menarik wisatawan dalam jumlah besar,” terang Lokot.
Dengan magnet budaya dan storytelling bagus, Great Harvest Festival 2019 bisa menarik sedikitnya 200 diaspora. Mereka berasal dari Eropa dan Australia. Sedikit flashback, Djangga Dolok memang memiliki daya tarik mendatangkan wisatawan. Para wisman tersebut berasal dari Australia, Belanda, dan Amerika Serikat. Wisatawan Amerika kali terakhir berkunjung pada Januari dan April 2019.
“Djangga Dolok memang luar biasa. Komitmen dalam mengembangkan pariwisata patut diapresiasi. Mereka berhasil mengelola beragam potensinya hingga muncul Great Harvest Festival 2019. Strategi dari marketingnya positif dengan kehadiran para diaspora. Mumpung ada waktu, promosi eventnya dipush terus. Harapannya, wisman yang datang lebih besar,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.
(Abu Sahma Pane)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.