Masalah cinta memang sudah sangat melekat bagi manusia. Percintaan memang kadang kala bermula dari banyak perbedaan. Bagi banyak orang, masalah perbedaan amat sangat diperhatikan pada saat ingin menjalani hubungan percintaan.
Namun masih banyak juga orang yang tak peduli bagaimana besarnya kesulitan karena perbedaan tersebut. Menurut mereka cinta selalu menemukan jalannya untuk bersatu. Salah satunya kisah seorang perempuan dari Amerika bernama Tiffany yang jatuh cinta dengan seorang pria China Cai Ciaohua yang memiliki perbedaan latar belakang. Kisah cinta mereka viral di berbagai Negara.
Sembilan tahun yang lalu, Tiffany adalah lulusan salah satu Universitas dari New Jersey yang bekerja sebagai guru bahasa Inggris di sebuah sekolah internasional di Guangzhou, China. Sementara itu, Cai Xiaohua adalah satpam di sekolah yang selalu siap dengan senyum yang hangat menyapa semua orang yang ada di sekolah itu.
“Setelah lulus dari perguruan tinggi di Amerika, saya datang ke China sendirian. Ketika saya melihat seseorang tersenyum pada saya, saya pikir dia pasti sangat ramah,” kata Tiffany yang dikutip dari Shanghailist, Senin (20/5/2019).

Cai tumbuh dengan perekonomian yang miskin di daerah pedesaan di provinsi Henan. Ketika dia baru berusia 10 tahun, ibunya meninggalkan keluarganya, dan meninggalkan ayah Cai untuk menangani semua pekerjaan di pertanian keluarga. Untuk membantu ayahnya dalam panen, Cai putus sekolah setelah lulus dari sekolah menengah.
Setelah melakukan berbagai pekerjaan sambilan, ia berakhir menjadi penjaga keamanan di salah satu sekolah di Guangzhou di mana ia bertemu Tiffany. Tiffany belajar tentang kehidupan Cai melalui percakapan singkat ketika dia melihatnya di sekolah. Sementara Cai sendiri tidak mengerti bahasa Inggris, untungnya Tiffany tahu beberapa bahasa China, sehingga keduanya bisa berkomunikasi.

Dari hal tersebut keduanya mulai jatuh cinta dan memutuskan untuk memulai berhubungan. Sampai pada akhirnya mereka menikah di desa asal Cai di Henan pusat. Ayah Cai merasa lega. Sebelumnya ayah cai sempat tidak yakin apakah putranya akan menemukan seseorang untuk dinikahi.
“Sejak dia masih kecil, putra saya baik dan bijaksana. Orang baik selalu mendapat hadiah cinta dalam hidupnya,” kata ayah Cai.
Setelah pernikahan mereka, keduanya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan mereka di Guangzhou dan pindah ke Zhengzhou untuk menjadi lebih dekat dengan keluarga Cai. Tiffany mendapat pekerjaan sebagai guru bahasa Inggris di universitas setempat, sementara Cai sering pulang ke rumah untuk membantu pertanian keluarga.

Pasangan itu mengaku bahwa karena perbedaan bahasa antara mereka, tidak jarang mereka harus saling memahami sesuatu dengan menggunakan tebak kata untuk menyampaikan maksud mereka. Mereka mengatakan bahwa mereka masih saling belajar setiap hari.
Cai juga sempat terbang ke Amerika Serikat untuk melihat keluarga Tiffany. Ibu dan ayah Tiffany sama-sama mengatakan bahwa mereka mendukung keputusan putri mereka untuk mengikuti kata hatinya, dan juga mengakui minat pada budaya China.
Sekarang, Cai, 44 tahun, dan Tiffany, 35 tahun, memiliki seorang putri berusia enam tahun. Beberapa media sosial China tidak dapat melupakan dia karena betapa lucunya anak dari Tiffany dan Cai. Akhir- akhir ini perkawinan antar ras di China memang semakin menjadi umum. Ketika cinta sudah tumbuh semua halangan pasti akan dilewati.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.