Penyakit stroke sudah menjadi salah satu penyakit yang dianggap berbahaya, dan dialami banyak orang. Penyakit ini menyerang saraf pada otak yang disebakan karena adanya penyumbatan pembuluh darah.
Banyak orang yang masih belum begitu memahami penyakit yang bisa mengancam nyawa ini. Ada beberapa hal penting mengenai penyakit stroke yang perlu dipahami lebih lanjut oleh Anda, khususnya bagi Anda yang mulai memiliki gejala dari stroke. Melansir RD, Selasa (14/5/2019), inilah 10 hal penting yang harus Anda ketahui mengenai stroke.
1. Orang muda juga bisa kena stroke
Banyak orang beranggapan kalau stroke hanya dialami oleh orang tua. Namun dalam sebuah laporan dari Jurnal Asosiasi Jantung Amerika mengatakan bahwa sebesar 44% orang di Amerika yang berusia 25 sampai 44 tahun mengalami stroke. Maka dari itu pemeriksaan rutin, terutama ketika Anda masih muda itu sangat penting.

(Foto: Shutterstock)
2. Memiliki kesadaran dan cepat
Jika Anda sudah mengalami beberapa gejala dari stroke seperti hilangnya keseimbangan, penglihatan buram, gagap, sisi wajah sudah mulai berubah segera kunjungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Waspada, Kenali Beda Gejala Cacar Monyet dan Cacar Air!
3. Cara mudah mengenali stroke
Dokter Salman Azhar, Direktur Stroke di Rumah Sakit Lenox Hill, New York City menjelaskan kalau Anda bisa dengan mudah mengenali stroke. Yaitu ketika Anda sudah mulai menyeret kaki saat berjalan, hal kecil tersebut dianggap menjadi salah satu gejala stroke.
4. Tidak selalu merasakan sakit saat stroke
Kesalahpahaman dari penyakit ini adalah, adanya rasa sakit terutama sakit kepala. Sakit kepala yang timbul tiba-tiba tersebut memang merupakan gejala stroke hemoragik, 90 persen stroke adalah iskemik di mana rasa sakit, jika ada, bukan menjadi gejala umum seperti masalah motorik atau bicara.
5. Teknologi pintar dapat membantu mencegah stroke
Begitu banyak cara untuk mengukur kesehatan kita sendiri yang dibantu oleh teknologi canggih. Termasuk skala pintar yang mengukur lemak tubuh dan jam tangan yang mengukur gula darah, dan chip implan kecil yang disebut loop recorder yang dapat memonitor detak dan ritme jantung yang bisa menyebabkan risiko stroke.
6. Ada dua jenis stroke
Stroke iskemik, muncul ketika ada gumpalan yang menghalangi pembuluh darah ke otak. Sedangkan stroke hemoragik, muncul ketika pembuluh darah yang melemah pecah, dan itu paling sering disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
7. Kematian akibat stroke menurun
Di Amerika Serikat, stroke yang sebelumnya menduduki posisi tertinggi ke-3 untuk penyebab kematian tertinggi sudah turun menjadi posisi ke-5 dalam 10 tahun terakhir. Ini sebagian besar disebabkan karena tekanan darah yang lebih baik meningkatnya kesadaran.

8. Adanya prosedur baru yang membantu lebih banyak pasien pulih sepenuhnya dari stroke
Prosedur ini disebut emergent stroke thrombectomy, yang bisa mengembalikan aliran darah menjadi normal. Kemampuan untuk membuka pembuluh darah dengan cepat memberi setiap pasien kesempatan untuk pulih sepenuhnya dengan lebih cepat.
9. Sleep apnea berkaitan dengan stroke
Faktor-faktor seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kolesterol tinggi, dan merokok jelas berdampak terkena stroke. Tetapi banyak orang tidak tahu kalau faktor lain seperti sleep apnea dapat menyebabkan penyakit jantung dan kemudian menyebabkan stroke secara langsung.
10. Wanita berisiko lebih tinggi terkena stroke
Menurut para ahli di Harvard Medical School, setiap tahun, sekitar 55.000 wanita lebih banyak terserang stroke daripada pria. Wanita biasanya hidup lebih lama daripada pria, dan bertambahnya usia adalah faktor risiko stroke. Tetapi mereka juga lebih rentan terhadap migrain, yang dapat melipatgandakan risiko. Hormon wanita, kehamilan, dan persalinan semuanya meningkatkan risiko stroke.
(Utami Evi Riyani)