BERBEDA suku kerap menjadi kendala bagi seseorang untuk menjalin hubungan pernikahan. Terkadang ras, suku dan budaya menjadi tantangan utama yang kerap dihadapi seseorang untuk melangkah lebih jauh dan membina biduk rumah tangga.

Ya salah satunya adalah kebiasaan masyarakat Tionghoa yang sebagian besarnya lebih memprioritaskan keturunannya untuk menikah dengan suku yang sama. Meski demikian, ada pula orang Tionghoa yang memilih untuk melawan arus dengan menikahi masyarakat asli Indonesia (pribumi).
Selintas tidak ada hal mencolok yang membedakan masyarakat Tionghoa dengan masyarakat pribumi. Keduanya hidup berdampingan dengan rukun dan saling menghormati satu sama lainnya. Namun bagaimanakah kisah percintaan mereka?
Ya, salah satu pria Tionghoa yang menikah dengan wanita pribumi adalah Dodo Ata. Pria yang kerap disapa dengan Koh Atat ini memutuskan untuk menikah dengan seorang wanita pribumi asli Bandung bernama Lilis Ratna.
Meski berbeda suku, namun Koh Atat mengaku tidak menemukan kendala apapun dengan pernikahan berbeda suku yang telah dilakukannya. Bahkan ketika masih berpacaran pun, pasangan suami istri ini pun tidak menemukan kendala yang berarti.
“Tidak ada kendala, semuanya berjalan dengan lancar. Kami pun mendapat restu untuk menikah. Sukanya adalah rumah tangga saya berjalan dengan lancar hingga saat ini. Kami sudah memiliki tiga orang anak sekaligus tiga orang cucu dari pernikahan kami,” ungkap Koh Atat kepada Okezone beberapa waktu lalu.