Menurut penuturan sang pedagang, kejadian ini bermula ketika salah seorang pengunjung mengunggah foto olahan mi ayamnya ke media sosial. Hal tersebut ia lakukan karena terkesima melihat porsinya yang sangat besar.
"Jadi tahun 2013, ada orang yang datang makan disini. Dia kaget melihat porsi mi ayam saya. Dulu saya juga bingung menentukan porsi ini. Anak muda itu klo beli 1 porsi tidak kenyang, kalau dua kemahalan. Jadi ya sudah saya bikin porsi jumbo hanya tambah Rp2 ribu saja," tutur sang pedagang mi.
Berkat unggahan itu, warung Mi Ayam Pucuk Cumbri mulai didatangi para pengunjung dari berbagai daerah. Jika melihat video yang diunggah channel YouTube Evan Media, sebetulnya tidak ada yang spesial dari olahan mi ayam ini selain porsinya yang jumbo.
Bahan-bahan yang digunakan sama dengan olahan mi ayam kebanyakan. Ada daging ayam cincang, daun bawang, sayur sawi, dan bawang goreng. Namun ketika melihat proses pembuatannya, sang pedagang ternyata menggunakan bahan-bahan makanan yang masih segar.
Selain itu, kuah yang dipakai untuk menambah cita rasa olahan mi berasal dari kuah semur ayam atau ayam kecap yang dijadikan topping tambahan. Bisa dibayangkan seperti apa sensasi rasanya saat tekstur mi yang lembut berpadu dengan kuah nan gurih dengan sedikit sentuhan rasa manis.