SENTRA batik tulis di desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, memang sudah terkenal di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sayangnya, membanjirnya produk batik printing lambat laun menggerus keberadaan batik tulis.
Imbasnya, sebagian besar pengrajin batik tulis di bekonang gulung tikar. “Sekarang jumlah pengrajin batik tulis bisa dihitung dengan jari termasuk saya. Generasi muda lebih memilih profesi lain dibanding menekuni batik,” kata seorang pengrajin batik tulis, Sukamto.
Masa kejayaan kerajinan batik tulis di desa itu terjadi pada era 1950-1970 an. Kala itu, para pengrajin batik kewalahan menerima order lantaran tingginya tingkat permintaan batik. Alhasil, mereka menangguk untung besar dari penjualan batik tulis.
Lambat laun, kondisi sentra batik tulis di kedua desa itu berubah 180 derajat karena munculnya persaingan dari batik printing.
Baca Juga: Hampir Setengah Abad, Bibi Lung Masih Tampil Awet Muda