Pada saat pembukaan, acara tak hanya diisi oleh deklarasi keharmonisan dan membumikan Pancasila tapi juga beberapa pertunjukkan. Mulai dari Tari Sandat Serasi, Gandrung Ikawangi Dewata, serta penampilan dari agama yang ada yaitu Protestan, Konghucu, Katolik, Islam, Buddha, dan Hindu. Bupati Eka membebaskan kepada masing-masing agama untuk menampilkan seni dan budaya menurut kepercayaannya.

“Dengan senilah sebetulnya kita bisa mempererat tali persaudaraan karena seni ini aset, harta karun yang dimiliki Indonesia. Hal itulah yang sebaiknya kita gelorakan, kita tidak boleh lupa akan sejarah, adat budaya, dan keragaman karena itu merupakan potensi luar biasa,” ulasnya.

Pada pertunjukkan seni budaya dari masing-masing agama, Protestan dan Katolik menampilkan paduan suara yang menyanyikan beberapa buah lagu mengenai persatuan dan gereja. Kemudian agama Konghucu menampilkan barongsai dan seni bela diri. Selanjutnya agama Islam menampilkan marawis dan agama Buddha menampilkan Tarian Gending Sriwijaya. Terakhir ada agama Hindu yang menampilkan salah satu tarian Barong.

Setelah masing-masing agama menampilkan seni budaya, acara dilanjutkan dengan penampilan vocal group dan pesta kembang api yang berlangsung meriah. Acara Tabanan Harmoni Festival kemudian dilanjutkan dengan penampilan Joni Agung yang ditujukan untuk generasi muda. Dengan begitu, selain melihat kebudayaan mereka juga bisa bersenang-senang. Acara masih berlangsung hingga hari ini yang dimeriahkan oleh pameran UMKM dan konser musik.
(Muhammad Saifullah )