Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahayanya Dampak Kelelahan yang Dialami Petugas KPPS hingga Telan 119 Korban

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Rabu, 24 April 2019 |08:32 WIB
Bahayanya Dampak Kelelahan yang Dialami Petugas KPPS hingga Telan 119 Korban
Ilustrasi (Foto: Arif Julianto/ Okezone)
A
A
A

Kelelahan memicu terjadinya beberapa penyakit

Jika diidentifikasi lebih lanjut, ada beberapa hal yang bisa mencetuskan terjadinya kelelahan yang dialami para petugas KPPS, salah satunya kerja yang terus-menerus dalam beberapa minggu terakhir dan juga beberapa minggu kedepan setelah rangkaian penghitungan suara ini selesai.

“Waktu kerja yang terus-menerus tanpa henti untuk mencapai deadline yang telah ditentukan. Selain itu umumnya mereka bekerja sampai larut malam sehingga kondisi ini dapat memperparah kelelahan yang terjadi,” kata Ari.

“Waktu tidur dari mereka juga berkurang. Makan mereka juga umumnya tidak teratur. Kondisi ini semua akan memperburuk kelelahan yang terjadi,” timpalnya.

 

Petugas KPPS di Bogor yang kelelahan/ Foto: Okezone

Ari mengatakan, gangguan pencernaan merupakan hal utama yang terjadi jika seseorang mengalami kelelahan. Keluhan pencernaan yang timbul antara lain nafsu makan berkurang di mana hal ini akan memperparah kondisi fisik yang sedang mengalami kelelahan tersebut. Seseorang yang mengalami kelelahan juga akan mengalami mual bahkan muntah serta nyeri di uluhati.

Mereka yang mengalami kelelahan juga sebenarnya sudah tidak berkonsentrasi dan bekerja dengan baik selain itu emosinya juga menjadi tinggi. Kecelakaan lalu lintas sering terjadi pada pengendara yang sedang mengalami kelelahan tersebut.

“Selain itu, berbagai penyakit kronis dapat menjadi kambuh jika seseorang mengalami kelelahan antara lain sakit maag, gangguan kejiwaan, Asma, kencing manis (Diabetes Mellitus), Hipertensi, stroke dan serangan jantung,” tambahnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Ari mengimbau jika sudah ditemukan adanya gangguan kesehatan seperti mual muntah dan sakit kepala serta nyeri dada, sebaiknya segera berhenti beraktivitas untuk mengobati gangguan kesehatan tersebut.

“Mereka juga harus mempertahankan jam tidur minimal 6 jam sehari, di mana ada kesempatan untuk beristirahat maka dianjurkan untuk beristirahat. Perhatikan pula waktu makan, minimal tiap 6 jam. Usahakan konsumsi makanan yang sehat tidak mengandung cokelat, keju, berlemak dan mengurangi goreng-gorengan. Kemudian harus rutin minum air putih, minimal 2 liter per hari,” tutup Ari.

(Utami Evi Riyani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement