Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Usai dari Festival Crossborder Nunukan, Jangan Lupa Mampir di Krayan

Abu Sahma Pane , Jurnalis-Sabtu, 20 April 2019 |07:12 WIB
Usai dari Festival Crossborder Nunukan, Jangan Lupa Mampir di Krayan
Foto: dok.Humas Kemenpar
A
A
A

Uniknya di Krayan garam tidak dihasilkan dari laut, melainkan dari atas gunung. Garam ini diperoleh dari beberapa sumur yang airnya mengandung garam di Krayan. Krayan pun merupakan penghasil beras organik ternama. Beras dari Krayan sering disebut beras Adan Krayan.

Sistem bercocok tanam padi jenis beras adan Krayan sama sekali tidak menggunakan bahan kimia ataupun pestisida semuanya menggunakan bahan alam lokal seperti penggunaan pupuk berasal dari kotoran hewan kerbau.

Jenis beras Adan Krayan ini sudah sangat terkenal ke negara tetangga Malaysia dan Brunai. Hal ini disebabkan beras Adan memiliki cita rasa berbeda dengan beras biasa. Berasnya pun pulen juga sangat wangi. Bahkan beras Adan merupakan beras favorit Sultan Brunai, Sultan Hassanal Bolkiah.

"Potensinya sangat luar biasa. Makanya kami terus menggelar berbagai event di Nunukan. Sehingga potensi ini semakin terpancar ke luar. Sehingga nantinya pergerakan perekonomiannya semakin kencang ditopang sektor pariwisata," ucap Adella.

Sementara itu Kabid Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono menuturkan, upaya peningkatan sektor pariwisata juga disokong dengan berbagai program lainnya. Dan semuanya melibatkan seluruh stakeholder yang ada. Seperti halnya upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat. Misalnya dengan pemberian pelatihan pengelolaan homestay dan kursus bahasa asing. Selain itu juga mendorong daerah membuat sejumlah desa menjadi desa wisata.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement