Selain itu, ada penyebab lain yang membuat air ketuban kurang yaitu fungsi plasenta yang tidak normal. Kondisi ini dapat membahayakan nyawa janin karena aliran darah dan pasokan nutrisi mengalami gangguan. Bila dibiarkan, pada akhirnya dapat menyebabkan kematian pada janin. Selain itu, kurangnya air ketuban bisa menjadi pertanda kemungkinan terjadinya kelainan kongenital. Kasus yang paling sering terjadi adalah ginjal pada janin tidak berkembang sempurna.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Bayar Hutang Rp11 Triliyun, Faskes Wajib Lakukan Ini
“Jadi kurangnya air ketuban itu bisa dua faktor. Pertama dari ibu yang menyangkut kelainan plasenta, preeklampsia, hipertensi, dan penyakit metabolik lain. Kedua dari janin yang memiliki kelainan kongenital,” jelas dr Angga.
Kekurangan air ketuban dapat dideteksi melalui pemeriksaan USG. Oleh karenanya, dr Angga mengimbau agar ibu hamil rutin melakukan kontrol kehamilan. Terlebih kurangnya air ketuban bisa terjadi kapan saja. Mulai dari trimester pertama, trimester kedua, hingga trimester ketiga.
