Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bagaimana Kondisi Orang Dengan Rabun Jauh saat Kacamata Belum Diciptakan?

Harisah Chamil , Jurnalis-Senin, 15 April 2019 |15:00 WIB
Bagaimana Kondisi Orang Dengan Rabun Jauh saat Kacamata Belum Diciptakan?
Sejarah kacamata dan ini kondisi orang dengan rabun jauh di zaman dahulu (Foto: Livescience)
A
A
A

Terlepas dari tren ini, kemungkinan miopia tidak terlalu mempengaruhi banyak orang di masa lalu seperti sekarang. Sehingga orang yang memiliki kondisi miopia tidak terlalu menjadi prioritas.

Handley mengatakan orang dengan rabun jauh didorong untuk tetap dalam kondisi itu, karena mereka sebenarnya ideal untuk melakukan pekerjaan. Bahkan ada beberapa bukti bahwa mereka hampir mengembangbiakkan orang dengan harapan menghasilkan anak-anak rabun yang akan menjadi iluminator manuskrip di masa depan. Sehingga mereka tidak menggap kondisi itu sebagai kecacatan.

Baca Juga: Tak Hanya Lihai Memasak, 5 Chef Ini Terlihat Seksi dengan Tato di Tubuhnya

Anda tidak perlu melihat ke masa lalu untuk menemukan orang yang rabun jauh tanpa akses kacamata, karena di era saat ini sudah banyak yang melakukannya. Mungkin sebanyak 2,5 miliar orang di dunia membutuhkan tetapi mereka tidak memiliki kacamata. Ini adalah masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting di negara berkembang. Di mana masalah penglihatan tidak dikoreksi sehingga dapat menghambat pendidikan anak-anak, bahkan dapat menyebabkan kecelakaan di jalan dan menghambat orang untuk bekerja.

(Dinno Baskoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement