PADA zaman dulu ketika masyarakat memikirkan keruntuhan peradaban, mereka merasa khawatir dengan masalah yang akan datang. Saat kekacauan akhir dunia sudah berada didepan mata , mereka akan segera menjalani operasi untuk memperbaiki rabun jauh untuk bertahan hidup dalam kondisi tersebut.
Sebagaimana dilansir dari Live Since, Senin (15/4/2019), Aristoteles mungkin telah menulis miopia sekitar 350 SM. Kondisi mata yang menyebabkan objek yang letaknya dekat terlihat jelas, sementara objek yang letaknya jauh terlihat buram, kondisi ini juga disebut dengan istilah miopia.
Baca Juga: Insiden Bulu Mata Palsu Lita MasterChef Indonesia Copot Bikin Ngakak
Neil Handley, seorang pengawas museum di College of Optometrists di London, mengatakan tidak banyak yang diketahui tentang bagaimana orang berurusan dengan miopia sebelum lensa pertama untuk orang rabun jauh diciptakan, pada abad ke-15 di Eropa.
Tetapi ada contoh lensa cembung genggam pada abad ke-13 di Eropa yang digunakan untuk mengobati , saat ini bisa disebut sebagai kacamata baca. Tetapi teknologi itu tidak diterapkan untuk mengobati rabun jauh selama 200 tahun. Handley mengatakan pada Live Since, salah satu contoh pertama yang diketahui dari lensa genggam muncul dalam potret awal abad ke-16 yaitu Paus Leo X - yang terkenal rabun,dilukis oleh master Italia Raphael.