Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ide Kreatif Tidak Tersalurkan, Bullying Kerap Jadi Pilihan Remaja

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Senin, 15 April 2019 |17:45 WIB
Ide Kreatif Tidak Tersalurkan, <i>Bullying</i> Kerap Jadi Pilihan Remaja
Bully jadi pilihan karena ide kreatif tidak tersalurkan (Foto:Ist)
A
A
A

Jika sudah dibiasakan, mereka tentu akan bisa lebih menghargai perbedaan, bisa menghargai orang lain, bisa belajar untuk membedakan hal yang baik dan buruk, serta bagaimana cara untuk menyelesaikan konflik.

"Ketika sekolah memiliki perpustakaan yang bagus dan koleksi yang banyak, anak-anak bisa mengembangkan ide positif mereka dan tidak akan punya waktu kosong untuk melakukan dan memikirkan hal-hal yang memicu bullying. Namun, isi bukunya juga harus dipertanyakan," tegas Anna.

Saat ditanya apa yang melatarbelakangi anak remaja cenderung memiliki sifat agresif, Anna mengatakan hal tersebut tidak terlepas dari lingkungan mereka.

"Di psikologi sosial ada yang namanya teori crowd. Mereka menjadi lebih percaya diri ketika bergerombol, padahal yang mereka lawan hanya satu orang," tutup Anna.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement