Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ide Kreatif Tidak Tersalurkan, Bullying Kerap Jadi Pilihan Remaja

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Senin, 15 April 2019 |17:45 WIB
Ide Kreatif Tidak Tersalurkan, <i>Bullying</i> Kerap Jadi Pilihan Remaja
Bully jadi pilihan karena ide kreatif tidak tersalurkan (Foto:Ist)
A
A
A

TEKA-TEKI kasus perundungan atau bullying yang dialami Audrey masih terus berlanjut. Meski polisi telah menetapkan tiga tersangka dan membeberkan sejumlah bukti baru, menurut para pakar, kasus ini sendiri harus didalami secara komprehensif untuk mengidentifikasi akar masalahnya.

Psikolog Anna Surti Ariani S.Psi., M.Si., mengatakan, timbulnya ide-ide untuk melakukan tindakan kekerasan di kalangan anak remaja tidak terlepas dari pola pikir mereka sendiri.

"Kenapa anak-anak punya ide kekerasan? Itu karena mereka tidak memiliki ide-ide lainnya, atau ide-ide positif yang bisa mereka salurkan," tutur Anna Surti saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, Senin (15/4/2019).

Lebih lanjut, Anna menjelaskan, ada beberapa cara ampuh untuk membangkitkan ide positif atau kreatif anak, sehingga mereka bisa terhindar dari kasus-kasus kekerasan. Disini orangtua dan pihak sekolah memainkan peran yang sangat penting.

"Daripada dia melakukan kekerasan pada orang lain, berilah mereka kegiatan yang positif. Misalnya kasih bacaan, ajak dia ngobrol bareng dan segala macamnya," ungkap Anna.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement