Tagar Justice For Audrey sejak semalam menggema di media sosial. Bahkan para pelaku pengeroyokan Audrey dikomentari habis-habisan oleh netizen, karena sikapnya seolah tidak menyesali perbuatannya.
Audrey mengalami kekerasan fisik pada 29 Maret 2019. Pengeroyokan tersebut dilakukan oleh 12 siswi SMA di Kota Pontianak.
Perbuatan keji ini membuat Netizen geram, apalagi melihat sikap pelaku yang tak menyesal. Sampai di kantor polisi pun, pelaku membuat foto menggunakan feature boomerang sampai menantang Netizen dengan mengutarakan kata-kata "sok suci" di Instastory pribadinya.
Menanggapi hal tersebut, Pemerhati Pendidikan Najeela Shihab menilai bahwa dalam kasus kekerasan, anak sebagai pelaku sering kali adalah korban. Mereka butuh intervensi dan terapi untuk memahami nilai-nilai yang baik, agar bisa lebih peduli dan punya empati.
