Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gara-Gara Makan Darah Babi, Kaki Pria Ini Harus Diamputasi

Harisah Chamil , Jurnalis-Rabu, 10 April 2019 |08:30 WIB
Gara-Gara Makan Darah Babi, Kaki Pria Ini Harus Diamputasi
Gara-Gara Makan Darah Babi (Foto: Instagram)
A
A
A

APAKAH Anda atau keluarga Anda suka makan darah babi? Jika iya Anda harus berhati-hati mulai dari sekarang! Itu karena produk babi mengandung patogen yang bisa mematikan, jadi Anda harus memastikan bahwa semuanya sudah matang sebelum disajikan atau dimakan.

Sebagaimana dilansir dari Word Of Buzz, Rabu (10/4/2019), Pria muda yang bernama Pao Nopparat Milinthanuch dari Thailand kehilangan kedua kakinya karena dia memakan darah babi yang terinfeksi dengan patogen Streptococcus suis.

Menurut Khaosod, kejadian itu terjadi selama festival Songkran pada tahun 2016, ketika Nopparat kembali ke kota asalnya untuk merayakan dan selama salah satu perjamuan, ia telah memakan beberapa darah babi. Ketika kembali ke Bangkok, dia merasa tidak enak badan. Saat itu dia mulai mengalami kram otot, kedinginan, sampai tangan dan kaki juga dingin sehingga dia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit.

Baca Juga : 5 Penampilan Putra Sultan Brunei, Bikin Wanita Klepek-Klepek!

Setelah melalukan beberapa tes, dokter menemukan bahwa darah Nopparat terinfeksi yang sangat serius dan kondisinya dengan cepat mulai memburuk. Sehingga dia menderita sepsis, gagal ginjal akut dan juga mengalami kesulitan bernapas. Para dokter dengan cepat mulai mengobatinya, tetapi mereka mengatakan bahwa selama 24 jam ke depan sangatlah penting dan jika tidak ada perbaikan, dia tidak dapat bertahan hidup.

Pada saat itu, kaki dan jari kakinya pun mulai terinfeksi sehingga dokter merekomendasikan agar Nopparat menjalani amputasi untuk menyelamatkan hidupnya. Dia tidak punya pilihan selain mengamputasi kakinya dan baru-baru ini, Nopparat muncul di sebuah talk show untuk berbagi pengalamannya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement