TIDAK bisa disangkal, meskipun merupakan suatu topik bahasan yang penting. Pembicaraan soal seksualitas masih menjadi sesuatu hal yang tabu untuk dibicarakan, termasuk dari orangtua kepada anak.
Padahal sejatinya, memberikan pemahaman soal seksual kepada anak itu adalah hal yang penting untuk diajarkan oleh orangtua kepada anak. Mengingat anak memang belajar dari lingkungan masyarakat terkecil, lingkungan keluarga.
Namun, tidak semua orangtua di luar sana paham tentang kapan sebetulnya waktu yang tepat untuk mulai memberi pemahaman, mengajarkan soal seksualitas kepada anak. Tahukah Anda, sebetulnya seperti yang dijelaskan oleh psikolog klinis dewasa sekaligus sexuality educator, Inez Kristianti, mengajarkan seksualitas kepada anak harus dimulai sejak dini secara bertahap.
Baca Juga: Viral Curhatan Pria Simpan Uang Diam-Diam karena Istri Tukang Belanja, Ending-nya Plot Twist Banget

“Ada tahapannya ya, dimulai sejak dini. Anak masih usia satu hingga dua tahun pertama itu harus diajarkan oleh orangtua soal organ seksual. Nah nanti bertambah usia anak, beda pula tahapan yang harus diajarkan,” jelas Inez saat ditemui Okezone.
Inez melanjutkan, seiring usia anak yang bertambah maka topik soal pendidikan seksual juga akan berbeda. Misalnya, untuk anak usia tiga sampai lima tahun, maka pendidikan seksual yang diajarkan orangtua kepada anak adalah tentang reproduksi organ intim, kemudian berlanjut ke topik lain yang lebih detail.
“Lanjut di umur enam sampai delapan tahun diberi pemahaman soal apa itu menjadi laki-laki apa itu menjadi perempuan. Kemudian di usia sembilan sampai 12 tahun, topiknya soal persiapan pubertas karena kan di usia ini mereka akan mengalami masa pubertas, perubahan terjadi di masa itu,” tambahnya.