Pertanyaan itu langsung dijawab oleh Liliana. “Enggak, enggak harus konglomerat. Pertama harus takut juga akan Tuhan. Kedua harus cocok sama anak saya. Jadi pada prinsipnya mencari pasangan bukan hanya pendamping saja gitu loh, mau cari pasangan hidup itu harus bisa menjadi kawan sekerjanya nantinya. Istri tidak boleh tidak mengerti pekerjaan suaminya, dan suami tidak boleh meninggalkan istrinya,” jelas Liliana.
Menurutnya, suami perlu memperbolehkan istrinya bekerja sehingga tidak hanya sekadar ‘ditinggalkan’ di rumah. Liliana meyakini pasangan suami istri yang bekerja bersama-sama dapat lebih mengerti satu sama lain. Dengan begitu dapat menghindari kemungkinan hadirnya orang ketiga.
“Adanya orang ketiga karena apa, mau curhat, suaminya enggak bisa diajak curhat. Mau curhat, istrinya enggak bisa. Itu kadang-kadang bisa jadi miss-nya,” tambah Liliana.
Baca Juga: Bayi Kembar Bongkar Perselingkuhan Istri, Kok Bisa?
Jawaban itu kembali ditimpali pertanyaan oleh Boy yang cukup menggelitik. Dirinya bertanya bagaimana jika nantinya ada seorang pria yang cinta dengan anak Lilliana, takut akan Tuhan, tapi tidak memiliki apa-apa alias memulai semuanya dari nol. Pertanyaan ini pun cukup membuat Liliana terkejut dan mengeluarkan reaksi spontan sambil berseloroh.