“Oleh karenanya kami sengaja mengajak tour operator untuk mengetahui dan mempraktekan langsung membatik. Saya yakin dengan kegiatan ini mereka akan terbawa suasana untuk merasakan keunikan dan keindahan budaya yang dimiliki Indonesia. Dengan demikian mereka akan lebih yakin untuk mengajak customernya berkunjung ke Indonesia,” ujar Dubes Oegroseno dalam pembukaan kelas membatik.
Para peserta yang mengikuti kelas membatik sangat gembira dan terkesan dengan kegiatan tersebut. Salah seorang di antaranya mengatakan kelas tersebut inspiratif dan menyenangkan.
“Sayang waktunya kurang, saya ingin mencoba membuat beberapa desain lain. Saya yakin batik sangat seru, tidak hanya untuk dilihat tetapi juga dipraktekkan. Saya akan promosikan Indonesia lebih gencar lagi,” ujar peserta tersebut.
Sementara itu, kegiatan membatik yang diselenggarakan untuk tour operator tersebut merupakan bagian dari strategi promosi Indonesia di Jerman. Konsepnya sederhana, yaitu memadukan antara branding dan selling sebagai sebuah kesatuan. Tour operator adalah ujung tombak untuk aspek selling objek wisata Indonesia kepada publik Jerman. Oleh karenanya, dalam setiap kegiatan promosi wisata maka pihak KBRI dan VITO selalu melibatkan tour operator.
(Utami Evi Riyani)