Status gizi sangat pendek dan pendek ini menimbulkan masalah stunting, yakni masalah gizi kronis dengan indikasi tinggi badan tidak optimal. Di sisi lain, prevalensi diabetes naik dari 6,9% menjadi 8,5%.
Banyak hal yang bisa dilakukan untuk intervensi stunting. Selain perbaikan gizi, penekanan terjadinya pernikahan dini pun bisa jadi solusi.
Hal itu pernah diungkapkan oleh Menko PMK RI Puan Maharani. Dia menyebutkan, sejak dini stunting diintervensi dengan perbaikan gizi. Penguatannya pada momen 1.000 Hari Pertama Kehidupan, yang harus dilakukan kaum ibu.
"Mulai dari calon ibu, ibu hamil, dan bayi harus mendapatkan seluruh kebutuhan gizi agar hasilnya sempurna," tuturnya. Selain gizi, pembatasan pernikahan dini juga harus dilakukan oleh generasi remaja. Kaum remaja dianggap belum siap menikah, karena ketika hamil rentan melahirkan anak stunting.
"Baiknya pernikahan dini tidak terjadi dan menjaga pola hidup mereka sebagai generasi bangsa dengan baik dan benar, menyelesaikan pendidikannya dan barulah siap menikah," pungkas Puan.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.