3. Budaya Afrika
Masyarakat tradisional Afrika juga sangat menekankan keperawanan wanita sebelum menikah. Dalam masyarakat Afrika, keperawanan adalah sesuatu yang bisa dibanggakan. Dampak dari hilangnya keperawanan sebelum menikah, anak perempuan harus menghadapi penolakan sosial, pengucilan dari keluarga jika bukan hukuman fisik. Dan menegakkan keperawanan sebelum menikah adalah salah satu cara untuk mencegah penyebaran AIDS dan kehamilan remaja.

4. Budaya Katolik
Budaya Amerika Selatan sebagian besar beragama Katolik tetapi negara-negara seperti Brasil jauh lebih menerima hubungan seksual pra-nikah; di sini tidak penting bagi anak perempuan untuk menjadi perawan sebelum menikah. Pemisahan yang sama antara jenis kelamin dan agama dapat dilihat dalam budaya Katolik lainnya seperti di Italia, Prancis, Belgia yang masih mendukung gadis menjadi perawan sampai menikah.
5. Budaya barat modern
Pemisahan agama dan seksualitas dalam budaya Barat modern, bahwa keperawanan tidak lagi diidolakan. Emansipasi wanita yang lebih besar telah menempatkan pilihan seksual di tangan wanita itu sendiri. Di negara-negara seperti AS, Kanada, Australia, Skandinavia dan kawasan Eropa Barat lainnya, perempuan memiliki kebebasan untuk melakukan hubungan seks kapan dan dengan siapa mereka inginkan. Memang dalam banyak masyarakat ini, seorang gadis atau pria yang masih perawan hingga menikah dianggap agak aneh.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.