Hal senada diungkapkan pakar kesehatan mata dari Sydney, Australia, Jim Kokkinakis. Dia mengungkapkan, anak-anak yang sering menggunakan gawai berisiko mengalami kekeringan mata akibat sinar biru dari ponsel.
“Banyak anakanak mengalami ketegangan mata karena terlalu lama di depan layar,” ujarnya seperti dilansir The Daily Telegraph. Dia menjelaskan tidak ada perlindungan terhadap sinar biru dari gawai. “Solusinya adalah mengurangi penggunaan ponsel,” jelasnya.
Dokter spesialis mata RS Mata Aini dr Prima Retnosuri, SpM menilai, jika gadget digunakan secara terus-menerus, apalagi sebelum tidur, anak akan kelelahan dan membuat mereka sulit tidur serta sulit bersosialisasi. Penggunaan gawai ini juga akan memberikan efek kelelahan pada mata, mata akan jadi kering, serta kelainan refraksi seperti mata minus.

Sinar yang berada di gadget dapat merusak mata anak. Ini karena biasanya anak bertatapan dengan sinar dari ponsel terlalu dekat dan anak sering bermain alat canggih itu. Kerusakan bisa dimulai dengan menggunakan kacamata minus di usia dini. Dikutip dari Inquirer, “terpaan gadget yang dalam waktu panjang, misalnya penggunaan sepanjang hari, dapat menyebabkan mata sakit atau mata lelah, mata kering, pusing, sakit kepala, serta nyeri di leher, dan penglihatan kabur,” beber Dr Aileen J Azarcon, spesialis mata dan technical manager di Owndays Phils.