TIDAK sedikit orang yang memberikan perhatian ekstra terhadap kulitnya. Sebab, kulit adalah bagian tubuh yang terlihat dari luar. Beberapa memilih melakukan perawatan dengan produk tertentu atau pergi ke dokter spesialis untuk membuat kulitnya tetap terlihat cerah, elastis, dan kenyal.
Di sisi lain, tidak jarang mereka yang memerhatikan kondisi kulit termakan oleh pemahaman yang salah. Melansir Independent, Jumat (8/3/2019), inilah mitos dan fakta tentang kulit:
Baca Juga: Intip Rumah Sederhana Ibunda Luna Maya di Bali

1. Kulit terus beregenerasi: fakta
Kulit merupakan penghalang dinamis antara internal tubuh dengan lingkungan luar. Sel-sel di epidermis (lapisan luar kulit) yaitu keratinosit terus-menerus membelah untuk menghasilkan pasokan sel. Selain itu, kulit merupakan sumber sel punca yang memiliki kapasitas untuk membelah dan memperbarui diri.
2. Minum dua liter air sehari dapat membuat kulit sehat: mitos
Jumlah air yang diminum tidak secara langsung memengaruhi kulit. Air memang dibutuhkan untuk menjaga hidrasi kulit. Bila jumlah konsumsi air kurang dan terjadi dehidrasi, maka kulit akan tampak kusam dan kurang elastis. Namun tidak ada volume air tetap untuk membuat kulit sehat. Satu hal yang penting adalah memastikan tubuh tidak dehidrasi.
Baca Juga: Jokowi Beri Putri Denada Buah Naga Kuning, Harganya Fantastis!
3. Stres dapat membuat kulit menjadi tidak sehat: fakta
Ada banyak masalah kesehatan yang disebabkan oleh stres, termasuk menyangkut kulit. Dalam penelitian dikatakan stres dapat memperparah beberapa kondisi kulit. Contohnya jika seseorang terserang penyakit autoimun alopecia areata, maka gejala psoriasis, eksim, dan radang kulit merah semakin parah ketika stres menyerang.
4. Makan cokelat dapat menyebabkan jerawat: mitos
Acne vulgaris yaitu jerawat yang umum dapat terjadi hingga usia 30-an dan 40-an. Jerawat terjadi karena interaksi efek hormonal pada kelenjar lemak di kulit dan respons kekebalan kulit terhadap pori-pori serta mikroba yang hidup. Konsumsi makanan tinggi lemak seperti cokelat memang tidak sehat tidak langsung menyebabkan jerawat.