"Kotoran di lipatan kulit penis akan memicu kanker. Ini merupakan hal yang masih kurang di ketahui. Namun, itu akan hilang saat di sunat. Jadi, kalau tidak disunat, smegmanya tetap sehingga menciptakan sel kanker," jelasnya.

Oleh karena itu, demi kesehatan, Ahli Urologi Parkway Hospital Dr. Poh Beow Kiong menyarankan para pria untuk melakukan sunat. Sementara waktu yang tepat untuk melakukan sunat dijelaskan Dr. Poh adalah sedini mungkin, dibawah usia 5 tahun misalnya sehingga dapat menekan risiko dan melindungi diri dari kanker penis.
BACA JUGA : Zaman Makin Edan, Robot Bakal Gantikan Manusia Dalam Urusan Seks
"Anggapan umum adalah bahwa pria bersunat itu tidak mengalami efek karsinogenik. Biasanya penis yang nggak disunat itu ada smegma atau kotoran. Ada data yang menyebutkan smegma bisa menyebabkan kanker. Kalau yakin sunat bisa cegah kanker, bisa dilakukan sedini mungkin. Kalau sunat dilakukan sebelum 5 tahun, ini akan bersifat protektif terhadap penis dan kalo dilakukan saat dewasa (sunat) akan kurang protektifnya," tutur Dr. Poh.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.