SEBAGAI makhluk hidup yang paling sempurna, sudah sepantasnya seorang manusia bisa menjaga perasaan sesamanya. Pepatah yang menyatakan mulutmu harimaumu mungkin cocok disematkan pada manusia yang tidak dapat berucap maupun bertutur kata dengan baik.
Seperti wanita satu ini, yang dengan sembarangan menyebut orang berkulit hitam sebagai simpanse. Sebagaimana diketahui, setiap 3 Februari, terdapat festival marathon yang bernama “Beppu Oita Mainichi Marathon” yang diadakan di Oita Prefecure bagian dari wilayah Kyushu selatan, Jepang.
Dari event inilah permasalahan dimulai. Seorang wanita berusia 50 tahun-an yang namanya belum dipublikasikan, mengajukan diri sebagai penerjemah bagi pelari luar negeri yang diundang untuk berkompetisi.
Baca juga :
Wanita itu bekerja untuk menerjemahkan beberapa atlet dari Afrika seperti Maroko, Ethiophia, Kenya dan Afrika Selatan. Namun, semuanya berubah ketika ia menuliskan pengalamannya di dalam blog pribadinya pada 10 Februari lalu.