
Sang nenek terlihat sudah sangat tua, terlihat dari cara berjalannya yang sudah tidak lagi kukuh kala menginjak tanah. Usai menimpuk batu ke dalam rumah, tiba-tiba munculah nenek kedua yang berbalutkan kemben berwarna cokelat.
Ia pun menghampiri nenek pertama yang menimpuk batu sambil membawa sebilah kayu di tangannya. Dengan penuh napsu, nenek berkemben cokelat langsung memukul pelaku yang menyerang rumahnya tersebut.
Nenek usil pertama pun lantas lari tunggang langgang usai pantatnya dipukul bilah kayu. Bukannya malah kapok, sang nenek kembali mengambil kerikil untuk balas dendam. Nenek kedua yang sudah standby dengan membawa batang kayu lalu kembali mengejarnya dan menghadiahi dua pukulan ke pantatnya.