Saat kuliah, Helen memiliki pacar dan mengaku bahwa ia tidak pernah mendapat orgasme. Pacarnya menganggap itu sebagai tantangan dan bahkan mencari tips orgasme di google, namun tetap tidak ada hasilnya. Helen tetap merasakan seks sebagai sesuatu yang menyakitkan.
Akhirnya, ketika Helen menginjak umur 26 tahun, ia menemui seorang ahli urologi yang mengatakan bahwa Helen mengidap Fowler’s Syndrome, sebuah kondisi langka yang mengakibatkan retensi urine karena otot kandung kemih yang tegang dan tidak bisa rileks.

Para penderita penyakit ini pasti merasa kesulitan saat ke kamar mandi, sama seperti Helen. Menurut dokternya, tidak pasti apa yang menyebabkan sindrom ini, namun kemungkinan kecelakaan motor yang pernah dialaminya meninggalkan efek samping ini.
Baca Juga : Jokowi Kaget, Omset Pisang Nugget Kaesang Kalahkan Bisnis Mebelnya
Dokter mengatakan ada perawatan baru berupa menanam perangkat elektronik bernama InterSim di pangkal punggung yang akan menstimulasi saraf agar organ Helen agar bisa berfungsi kembali.
Fokus utama adalah untuk mengatasi masalah kandung kemihnya, namun dokter mengatakan bahwa perawatan ini bisa membantu meningkatkan fungsi seksualnya.
Helen menjalani operasi pada 2015. Ia memang tidak langsung sembuh sepenuhnya, namun sekarang ia hanya perlu bangun 1-2 kali tiap malam. Helen pun mencoba melakukan seks dan akhirnya pada umur 28 tahun, ia mengalami orgasme pertamanya.
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.