Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perlukah Anak-Anak Dibekali Pengetahuan HIV, Jawaban Psikolog Mengejutkan

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 11 Februari 2019 |11:04 WIB
Perlukah Anak-Anak Dibekali Pengetahuan HIV, Jawaban Psikolog Mengejutkan
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

"Kemampuan berpikir remaja sudah abstrak, sementara itu anak-anak cara berpikirnya masih konkret, mereka tidak bisa berpikir kompleks. Sedangkan, pemahaman mengenai HIV ini terbilang abstrak," terang Psikolog Anna pada Okezone.

"Ya, HIV tidak terlihat mata, bagaimana kemudian virus masuk, enggak kelihatan. Hal semacam itu bukan hal-hal yang dapat ditangkap anak-anak," tambahnya.

Dia menjelaskan, pemahaman tersebut memang lebih baik diberikan kepada para remaja, karena dianggap menjadi gerbang dari informasi penyakit ini. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan kasus HIV di Indonesia pun bisa semakin terkendali.

Sekadar informasi, rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu masa remaja awal, 12-15 tahun. Masa remaja pertengahan, 15-18 tahun, masa remaja akhir, 18-21 tahun.

Baca Juga: Bintang Panas Sally Marcellina Bergaya Syur, Branya Sampai Mengintip

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement