Dia melanjutkan, memberikan asumsi atau opini yang hanya akan memperkeruh keadaan baik untuk korban, keluarga korban, atau instansi terkait. Meski demikian, dia tetap berpesan pada Mei untuk menjalani hidup dengan sebaik mungkin.
"Kalau dia merasa butuh bantuan psikolog, dia tahu harus ke mana dan yang paling penting adalah konsisten dengan apa yang sudah diambil, termasuk semua keputusan yang dia pilih. Tentu keputusan tidak dapat menyenangkan dan memuaskan semua pihak, tapi yang penting adalah keputusan itu adalah keputusan yang terbaik buat diri Agni dan keluarga," papar Psikolog Mei.
Jika menarik ulang kasus ini ke belakang, peristiwa terjadi saat Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Seram, Maluku, pada 2017. Peristiwa ini mencuat kembali setelah kasusnya muncul di pemberitaan Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung UGM.
Setelah mengetahui kasus ini mencuat, UGM langsung melakukan tindakan dan penanganan dengan membentuk tim investigasi independen berisikan dosen Fisipol, dosen Fakultas Teknik, dan dosen Fakultas Psikologi. Tim ini dibentuk berdasar suart putusan rektor UGM.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.