IMLEK merupakan salah satu hari besar masyarakat etnis Tionghoa. Tentunya ada beberapa ritual khusus yang kerap mereka lakukan setiap tahunnya untuk menyambut Tahun Baru China tersebut.
Salah satu kegiatan yang kerap mereka lakukan adalah Kimsin. Ya, bagi masyarakat awam, tentu akan bertanya-tanya, apakah yang disebut dengan Kimsin. Secara sederhana Kimsin adalah ritual pembersihan rupang yang dilakukan setiap tahun.
Baca juga :
Rupang sendiri adalah patung dewa dewi yang dipercayai oleh masyarakat Tionghoa. Bukan hanya manusia saja yang perlu dibersihkan, para rupang pun juga harus dijaga kebersihannya. Hal ini memang sengaja dilakukan untuk menghargai dewa dewi yang turun dari langit.
Merangkum dari berbagai sumber, ritual pembersihan/penyucian rupang tidak bisa sembarangan dilakukan. Seseorang harus berdoa atau biasa disebut Puja Bakti terlebih dahulu kepada Tuhan sebelum melakukan ritual ini. Setelah umat berdoa, barulah ritual pembersihan rupang bisa dilakukan.

Rupang-rupang ini dibasuh dengan air berisikan bunga dan dilakukan di klenteng. Secara perlahan rupang tersebut dibasuh dengan air dan handuk agar bersih dari debu. Selain rupang, beberapa area di dalam klenteng sekaligus altar pemujaan juga turut dibersihkan.
Tradisi pembersihan rupang ini memang kerap dilakukan setiap tahun sekali menjelang Imlek. Mereka percaya para dewa dan dewi naik ke langit untuk melaporkan amal perbuatan manusia di bumi selama satu tahun.
Penyucian ini bertujuan untuk memberikan tempat yang bersih bagi para dewa dan dewi yang kembali turun ke bumi. Masyarakat Tionghoa yakin dengan penyucian kembali rupang, dapat membersihkan jiwa dan raga agar kembali bersih.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.