TERKADANG kita memang suka merasa sedang tidak jadi diri sendiri. Misalnya, suka melakukan sesuatu hal yang kita tidak sadari.
Tapi apa jadinya jika momen seperti di atas, ternyata bisa merugikan diri kita sendiri? Well, mungkin inilah deskripsi yang bisa menggambarkan situasi yang dialami pria Irlandia bernama Ian Campbell satu ini.
Ian dilaporkan baru saja nekat menelan sebuah cincin berlian di sebuah toko perhiasan di Turki. Entah karena ingin menghindari hukuman atau memang mengutarakan alasan sebenarnya, kepada jaksa penuntut Ian mengaku melakukan hal itu karena merasa itu bukan dirinya sendiri. Sebaliknya ia mengaku kesurupan setelah melihat cincin berlian indah nan cantik itu, seperti dikutip Odditycentral, Selasa(29/1/2019).
“Saya kesurupan ketika melihat berlian itu. Saat petugas perhiasan berbicara pada saya tapi saya tidak bisa mendengarnya karena sedang kesurupan. Saya baru sadar saya telah menyembunyikan berlian di dalam kantung dan akhirnya karena panik saya menelannya bulat-bulat ketika petugas toko mulai mencari di mana berlian itu berada,” ungkap Ian.
Baca Juga:
Ian ditangkap petugas ketika berlibur di resort pinggir pantai, kawasan Marmaris pada 4 Oktober 2018. Setelah dirinya menelan sebuah cincin berlian di sebuah toko perhiasan lokal setempat, seharga USD40.000 atau sekira Rp5,6 miliar!

Kontras dengan pengakuan Ian, saksi kejadian justru mengungkap pelaku merasa putus asa setelah menyadari bahwa ia akan tertangkap karena mencoba mencuri cincin.
Karena tindakannya itu Ian terpaksa harus dioperasi di sebuah rumah sakit lokal setempat agar bisa mengembalikan cincin berlian yang terjebak di dalam perutnya.
Berada di rumah sakit, Marmaris State Hospital, pria 54 tahun ini disebutkan menghabiskan waktu dua hari mulai dari mengonsumsi obat pencahar, air mineral, berlari hingga loncat-loncat agar dapat membuat cincin berlian itu tidak mengendap di saluran pencernaannya. Namun karena gagal walau telah dicoba selama 36 jam, akhirnya Ian harus menjalani tindakan operasi bedah untuk mengambil cincin tersebut di perutnya.
Namun alibi Ian ini tetap tidak bisa diterima oleh pihak jaksa penuntut umum. Maka dari itu proses hukum pun masih tetap berjalan sesuai prosedur.
(Santi Andriani)