Upaya Membenahi Sikap "Bucin" di Kalangan Milenial
Tidak hanya peran orangtua yang penting di sini. Teman terdekat dari remaja yang sudah menjadi 'Bucin' pun diperlukan. Sebab, tak sedikit dari remaja seperti ini yang tidak bisa terbuka dengan orangtua dan lebih memberikan kepercayaannya pada teman sebayanya.
Karena itu, Psikolog Mei juga menitipkan pesan pada Anda yang mungkin punya sahabat 'Bucin', ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.
"Hal pertama dalan memberikan motivasi dan mengajarkan si dia (remaja 'Bucin') untuk mau melihat hal-hal positif yang dia miliki, sehingga hal itu dapat meningkaykan kepercayaan dirinya," katanya.
Menjadi catatan juga di sini, Anda mesti sadar kalau setiap orang punya kelebihan dan hal-hal baik dalam dirinya. Ini yang harus ditonjolkan pada teman Anda yang sudah menjadi 'Bucin'. Jangan sampai dia melangkah terlalu jauh dan berbuat hal yang merugikan orang lain atau dirinya sendiri.
"Dengan dia melihat hal positif dan kelebihan yang dia miliki, itu akan buat dia lebih percaya diri dan membuat dia merasa ada hal yang dia miliki dalam hidupnya dan itu perlu diperjuangkan," tutur Psikolog Mei.
Satu hal yang harus diingat, jangan pernah Anda memberikan nasihat kepada teman yang 'Bucin' dengan kesan menggurui. Hal ini yang malah akan membuat kepercayaan yang sudah dia berikan ke Anda runtuh seketika.
Kalau sudah begini, yang terjadi adalah rasa kehilangan yang besar dan ini bisa membuat teman Anda yang sudah 'Bucin' malah akan semakin terpuruk dan membuat dia merasa tidak berguna.
"Ingat, fungsinya teman adalah bersama dalam suka mau pun duka dan menerima semua hal, baik itu yang positif atau yang negatif," tambah Psikolog Mei.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.