"Jatuh cinta adalah salah satu pengalaman psikologis yang paling kuat dalam kehidupan manusia. Cinta romantis baru tidak hanya disertai oleh perubahan psikologis," tulis peneliti seperti yang dikutip Okezone dari Independent, Senin (14/1/2019).
Peneliti menemukan jatuh cinta pada seseorang menyebabkan gen memproduksi interferon yaitu protein yang biasanya digunakan untuk melawan virus. “Jatuh cinta dikaitkan dengan pengaturan interferon. Ini konsisten dengan tanggapan kekebalan bawaan terhadap infeksi virus," tambah para peneliti.
Para peneliti juga melihat tingkat interferon bergeser selama hubungan dan menemukan mereka yang akhirnya jatuh cinta mengalami pengurangan ekspresi gen yang terkait interferon.
Baca Juga: Seksinya Irish Bella Pakai Hot Pants, Pasti Bikin Gagal Fokus
