SEBANYAK 229 jiwa melayang karena hantaman tsunami di Selat Sunda yang terjadi Sabtu malam, 22 Desember 2018. Hingga kini, penanganan dan pencarian korban selamat masih terus dilakukan.
Tidak hanya menelan korban, hantaman tsunami juga merusak beberapa bangunan di sekitaran pantai Tanjung Lesung, Anyer, dan Cinangka. Tercatat, ada 9 hotel di Banten yang mengalami kerusakan.
Hal ini dibenarkan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten Achmad Sari Alam.
"Ada 9 hotel yang terkena dampak tsunami cukup banyak, tapi hotel yang lainnya tidak. Di Anyer sendiri, dari Marbela hingga Mabruk, di mana di sana ada sekitar 10 sampai 15 hotel, kondisinya baik-baik saja," ucap Achmad Sari Alam kepada Okezone melalui sambungan telefon, Senin (24/12/2018).
(Baca Juga:Serunya Christmas Market di Amerika, Tradisi Natal yang Selalu Dinanti)
Dia menekankan bahwa kerusakan yang terjadi pada 9 hotel tersebut bukan karena gempa. Jadi, dapat dijelaskan, kerusakannya tidak merobohkan bangunan. Hanya saja, hotel menjadi kotor, cat bangunan menjadi kotor, dan banyaknya lumpur di kawasan hotel.